Ragam Manfaat Daun Stevia Untuk Kesehatan

Halo Sahabat Sehat! Anda sudah mengenal daun hijau yang biasa disebut sebagai simanis ini? Ternyata daun stevia sangat kaya manfaat loh. Cari tahu Yuk, apa saja sih manfaat daun stevia untuk kesehatan tersebut?

Daftar Isi

Pengenalan Stevia

Karena pepatah mengatakan “Tak kenal maka tak sayang“, maka alangkah lebih baik untuk mengenal stevia terlebih dahulu sebelum mengetahui apa saja manfaat si manis tersebut.

Daun Stevia
Daun Stevia

Stevia merupakan tanaman asli dari wilayah Amerika Utara – Amerika Selatan yang ternyata termasuk kedalam keluarga bunga matahari (Asteraceae). Daun stevia yang sering dikonsumsi dan dibudidayakan merupakan spesies stevia rebaudiana.

Daun tersebut umumnya dikenal sebagai “sweetleaf” (daun manis) atau “sugarleaf” (daun gula). Ini semua berkat rasanya yang bisa dikatakan 300x lebih manis dari pada gula biasa.

Meskipun demikian, stevia ini di klaim lebih aman di konsumsi karena memiliki berbagai keistimewaan. Adapun keunikannya terletak pada sifatnya yang tidak akan tersimpan di dalam tubuh meskipun dikonsumsi, juga tidak bereaksi dengan gula darah karena cenderung tidak mengandung kalori sama sekali.

Karena rendah kalori, artinya si manis ini juga rendah karbohidrat. Dengan begitu, tak heran jika stevia mulai dilirik sebagai pengganti gula yang cocok dikonsumsi para pendiet atau diabetesi. Selain itu, stevia juga bersifat non-karsinogenik (tidak menimbulkan kanker).

Kembali ke »Daftar Isi«

Sejarah Pemanfaatan Stevia

Sejak berabad abad, stevia telah digunakan Jepang sebagai pemanis alami. Bukan hanya Jepang, namun suku Indian di Paraguay, Brazil, Cina dan Amerika serikat juga demikian. Selain digunakan sebagai pemanis alami, stevia juga bisa digunakan untuk mengatasi penyakit tertentu.

Meskipun demikian, pada tahun 1987 Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat atau FDA (Food and Drug Administration) sempat melarang stevia agar tidak digunakan sebagai bahan tambahan makanan karena dikhawatirkan menimbulkan efek samping, salah satunya dikhawatirkan menyebabkan alergi.

Namun setelah dilakukan berbagai peninjauan dan penelitian, pada tahun 1995 stevia diperbolehkan untuk di impor dan dijual sebagai suplemen makanan, dan menjadi bahan tambahan makanan karena dipastikan aman, tapi tidak sebagai pemanis alami (saat itu masih diperdebatkan).

Tapi secara keseluruhan, stevia telah dikatakan aman dan bahkan semakin populer. Hal tersebut ditunjukkan dengan adanya peningkatan penggunakan stevia sebagai tambahan komposisi berbagai produk dengan persentase sebesar 58%.

Kembali ke »Daftar Isi«

Kandungan Nutrisi Daun Stevia

Daun manis ini mengandung 8 glikosida. Komponen pemanis yang terdapat dalam daun stevia diantaranya :

  • Stevioside
  • Steviolbioside
  • Dulcoside A
  • Rebaudiosides (terdiri dari rebaudioside A, C, D, E dan rebaudioside F)

Tanaman manis ini disebut sebagai stevia karena glikosida yang paling dominan dalam tanaman tersebut adalah stevioside dan rebaudioside A (biasa disebut reb A).

Namun hal tersebut bukan berarti stevia ini hanya mengandung glikosida saja. Faktanya, daun stevia juga mengandung senyawa lain seperti :

  • Flavonoid
  • Triterpen
  • Tannin
  • Kaempferol
  • Vitamin A, B dan vitamin C
  • Kalsium
  • Zat besi
  • Zinc
  • Natrium
  • Kalium
  • Protein
  • Serat, dll

Nah, berbagai kandungan tersebutlah yang menjadikan stevia ini diduga cocok untuk mereka yang sedang menjalankan program diet, maupun mengendalikan diabetes dan pencegahan penyakit yang lainnya.

Kembali ke »Daftar Isi«

Manfaat Daun Stevia Untuk Kesehatan

Sebagai alternatif pengganti sukrosa atau gula meja, stevia digadang gadang menjadi pemanis yang lebih aman karena dianggap tidak berkalori. Jadi, potensi manfaat kesehatan dari stevia ini bisa dibilang cukup besar.

Adapun berbagai manfaat daun stevia untuk kesehatan tersebut diantaranya :

1. Mencegah Diabetes

Manfaat daun stevia untuk kesehatan yang pertama adalah dapat mencegah diabetes. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa pemanis dari daun stevia tidak mengandung kalori dan karbohidrat, juga tidak akan mempengaruhi peningkatan kadar gula darah serta tidak mengganggu respon insulin.

Selain mencegah, stevia tetap boleh dikonsumsi oleh para diabetesi (sebutan untuk pengidap diabetes) karena mampu mengontrol gula darah dengan sangat baik. Metabolisme tubuh juga akan tetap terjaga.

Dalam salah satu studi, subjek dengan pengidap diabetes tipe 2 melaporkan bahwa stevia cenderung memicu penurunan gula darah. Kadar glukosa darah setelah makan pada diabetesi juga dilaporkan berkurang ketika mengkonsumsi stevia.

Dengan demikian, para diabetesi dipastikan aman dikonsumsi sebagai pemanis alami pengganti gula.

2. Mengontrol Berat Badan

Faktor penyebab peningkatan berat badan dan kasus obesitas didunia paling tinggi diakibatkan oleh ketidakaktifan fisik dan terlalu banyak asupan makanan yang mengandung lemak dan sukrosa.

Hal tersebut akhirnya bisa berkaitan dengan penyebab diabetes karena peningkatan berat badan dapat mempengaruhi kemampuan tubuh dalam mengontrol gula darah.

Jika Anda mengkonsumsi stevia, Anda akan terhindar dari hal tersebut karena stevia mengandung gula dan kalori yang sangat sedikit. Saking sedikitnya, stevia sampai dikatakan tidak mengandung kalori atau “nol kalori”.

Selain itu, seperti disebutkan sebelumnya bahwa stevia tidak disimpan dalam tubuh karena tidak bisa diserap dengan baik sehingga dibuang dari tubuh dalam bentuk feses ataupun urin.

Hal ini tentunya dapat dimanfaatkan dalam mencegah peningkatan berat badan karena mengkonsumsi stevia sama saja menjalankan diet seimbang untuk membantu mengurangi asupan energi.

3. Mencegah Kanker Pankreas

Manfaat daun stevia untuk kesehatan yang ini disebabkan karena stevia mengandung senyawa flavonoid, triterpen, tannin dan kaempferol yang termasuk kedalam antioksidan. Studi telah menemukan bahwa senyawa tersebut dapat mengurangi risiko kanker pankreas hingga 23%. Kandungan inilah yang menjadikan stevia ini disebut memiliki sifat non-karsinogenik atau anti kanker.

4. Mengontrol Tekanan Darah

Salah satu dari 8 kandungan glikosida dalam stevia telah diketahui dapat melebarkan pembuluh darah. Stevia juga dapat meningkatkan ekskresi natrium (proses pembuangan natrium dari sisa metabolisme yang tidak diperlukan tubuh) sehingga dapat mencegah hipertensi.

Hal tersebut juga dibenarkan dengan sebuah studi pada tahun 2003 yang menunjukan bahwa stevia berpotensi menurunkan tekanan darah karena memiliki tindakan kardiotonik. Tindakan kardiotonik menormalkan tekakan darah dan mengatur detak jantung.

Studi lain yang disampaikan oleh Catherine Ulbricht (seorang apoteker senior di Massachusetts General Hospital di Boston dan salah satu pendiri Natural Standard Research Collaboration) menyebutkan bahwa berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa stevia dapat mencegah dan mengatasi hipertensi dengan tingkat kemanjuran golongan B.

5. Tidak Menyebabkan Alergi

Manfaat daun stevia untuk kesehatan yang selanjutnya yaitu tidak menyebabkan alergi. Pada tahun 2010, Komite Keamanan Pangan Eropa atau disebut EFSA (European Food Safety Authority) meninjau kembali tentang literatur yang pernah ada bahwa stevia dikhawatirkan dapat menyebabkan reaksi alergi.

Dari hasil penelitian tersebut, peninjau menyimpulkan bahwa glikosida steviol tidak reaktif dan tidak dimetabolisme menjadi senyawa reaktif. Oleh karena itu, tidak mungkin bahwa glikosida steviol dalam stevia dapat menyebabkan reaksi alergi ketika dikonsumsi sebagai makanan.

6. Si Manis Yang Tidak Menyebabkan Kerusakan Gigi

Tahukah Anda jika rasa manis dalam stevia tidak akan menyebabkan gangguan pada kesehatan gigi? Sahabat Sehat penasaran kan?

Setiap makanan manis dapat difermentasikan oleh bakteri didalam mulut menjadi asam. Asam tersebut dapat menempel pada email gigi sehingga menyebabkan kerusakan gigi seperti misalnya gigi berlubang dan karang gigi.

Baiknya, zat pemanis dalam stevia yaitu rebaudioside dan stevioside tidak dapat difermentasikan menjadi asam, melainkan langsung terlarut, terbawa kedalam sistem pencernaan selanjutnya dan berakhir menjadi feses atau urin.

Oleh karena itu, stevia menjadi alternatif pemanis alami yang aman dikonsumsi tanpa khawatir menimbulkan kerusakan pada gigi.

7. Simanis Yang Tidak Memperburuk Metabolisme Anak

Metabolisme anak bisa terganggu jika terlalu banyak makanan manis, terutama yang mengandung aspartam dan sukrosa. Ini terjadi karena ketika rasa manis dari gula meja atau gula pasir akan menyebabkan pertumbuhan jamur  dan mikroba dalam dinding usus anak menjadi semakin subur.

Hal tersebut menyebabkan enzim dan vitamin dalam makanan tidak dapat terserap oleh tubuh dengan baik, sehingga menimbulkan berbagai gejala pada anak seperti :

  • Feses berbau tajam
  • Makanan tidak terurai sempurna
  • Sulit BAB atau malah diare terus menerus
  • Anak menjadi rewel dan sulit tidur
  • Daya tahan tubuh terganggu sehingga mudah sakit

Nah, dengan mengganti pemanis dengan stevia, berbagai hal diatas tidak akan terjadi karena stevia mengandung pemanis yang tidak terserap dengan baik oleh tubuh. Meskipun rasa manisnya lebih kuat, stevia akan tetap aman karena mudah diuraikan dalam proses pencernaan.

8. Meredakan Peradangan

Manfaat daun stevia untuk kesehatan yang satu ini tak lain berkat antioksidan seperti flavonoid dan kaempferol dalam stevia yang diketahui memiliki sifat anti inflamasi yang cukup kuat. Mengkonsumsi daun stevia secara teratur dapat mencegah, sekaligus mengatasi peradangan yang disebabkan oleh radikal bebas.

9. Mengontrol Kolesterol

Menurut penelitian pada tahun 2009, daun stevia dapat mengontrol kolesterol dengan sangat baik. Studi yang berjudul Effect of Stevia Extract Intervention on Lipid Profile ini dilakukan pada subjek manusia.

Para peserta studi mengkonsumsi 400 mililiter ekstrak daun stevia setiap harinya ± selama 1 bulan. Hasilnya menunjukkan bahwa stevia dapat menurunkan kolesterol jahat atau LDL (Low Density Lipoprotein) dan trigliserida, tetapi meningkatkan kolesterol baik atau HDL (High Density Lipoprotein).

Demi mendapatkan manfaat daun stevia untuk kesehatan yang satu ini, Anda harus mengikuti anjuran seperti dalam penelitian, yaitu sebanyak 400 mililiter perharinya, dan tak kurang dari itu.

10. Mencegah dan Membantu Penyembuhan Kanker Payudara

Studi dengan judul Stevioside Induced ROS-Mediated Apoptosis Through Mitochondrial Pathway in Human Breast Cancer Cell Line MCF-7, menjadi penelitian yang menunjukkan bahwa stevia dapat membantu melawan salah satu jenis kanker, yakni kanker payudara.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2012 tersebut menyebutkan bahwa glikosida yang disebut stevioside dapat membantu meningkatkan kematian sel kanker payudara. Senyawa tersebut juga mampu mengurangi bahkan menghentikan beberapa jalur mitokondria yang membantu pertumbuhan kanker.

11. Dll
Kembali ke »Daftar Isi«

Studi Tentang Efek Samping Stevia

Simpang Siur Tentang Keamanan Stevia ke-1 :

Berbagai studi telah menyatakan bahwa stevia bisa dikatakan bebas dari efek samping. Tetapi, stevia sempat dianggap dapat menimbulkan reaksi alergi dan berbahaya bagi kesehatan ginjal.

Hal itulah yang menyebabkan mengapa BPOM Amerika serikat pada tahun 1987 sempat melarang penggunaan stevia sebagai bahan tambahan makanan.

Namun hal tersebut tidak serta merta benar, karena penelitian lain menyebutkan bahwa daun stevia dapat melindungi ginjal dan mengurangi dampak dan gejala diabetes.

Simpang Siur Tentang Keamanan Stevia ke-2 :

Pada tahun 1991, FDA menolak stevia digunakan sebagai pemanis dalam makanan karena stevioside dianggap beracun dan menyebabkan kanker. Tetapi, pada tahun 2008 tepatnya setelah proses pemurnian dikembangkan dan dipatenkan oleh Coca Cola Company, FDA akhirnya menyetujui stevia sebagai GRAS (Generally Recognized as Safe) atau bahan tambahan pangan dan pemanis alami yang bersifat aman.

Simpang Siur Tentang Keamanan Stevia ke-3 :

Bersamaan dengan itu, Natalie Digate Muth, Md, Mph, Rd menyebutkan bahwa pada tahun 2008, Kobylewski & Eckhert sebagai wakil dari Center for Science in the Public Interest menugaskan ahli toksikologi di UCLA untuk melakukan penelitian lebih lanjut dari stevia yang di lakukan pada subjek hewan.

Hasilnya, para ahli tersebut mengemukakan kehkawatiran bahwa stevia dapat menyebabkan kanker, karena stevioside menyebabkan mutasi genetik, kerusakan kromosom, kerusakan DNA, mengurangi kesuburan dan memperburuk diabetes.

Tetapi, pada saat dilakukan penelitian terhadap subjek manusia yang kebetulan mengidap diabetes tipe 2, hasilnya menunjukkan FAKTA bahwa stevia tidak menimbulkan efek negatif. Studi yang ditinjau oleh Samsher dan Goyal pada tahun 2010 ini menunjukan hasil yang memuaskan.

Yang sempat dikira dapat memperburuk kondisi diabetes malah sebaliknya, karena ternyata stevia mampu meningkatkan toleransi glukosa, menginduksi pankreas untuk melepaskan insulin. Jadi hasilnya menunjukan pasien diabetes tipe 2 mengalami peningkatan kesehatan yang cukup baik.

Kesimpulan :

Setelah penelitian dari berbagai pihak, beberapa badan peninjau makanan secara global seperti PBB, FAO, WHO dan FDA telah menentukan dan mematenkan bahwa ekstrak stevia kemurnian tinggi AMAN dikonsumsi oleh populasi umum termasuk anak anak dan ibu hamil.

Riset yang dilakukan juga menunjukkan bahwa stevioside dalam stevia tidak beracun sama sekali. Bahkan kandungan tersebut memenuhi kriteria kemurnian dan kealamian yang ditetapkan oleh Komite Ahli Gabungan tentang Aditif Makanan atau JECFA (Joint Expert Comission on Food Additives).

Dengan begitu, stevia aman dikonsumsi oleh siapapun karena tidak menimbulkan efek samping apapun “selama” tidak dikonsumsi secara berlebihan. Adapun jika dikonsumsi dalam jumlah yang tidak wajar dapat menyebabkan berbagai reaksi seperti :

  • Kembung
  • Kram perut
  • Mual
  • dan Diare

Tetapi jika tidak berlebihan, Anda tidak perlu khawatir sama sekali karena dampak atau efek samping stevia untuk kesehatan tubuh tergantung pada jumlah yang dikonsumsi.

Kembali ke »Daftar Isi«

Cara Mengolah Daun Stevia

Bagian tanaman yang digunakan sebagai pemanis alami adalah daunnya. Daun stevia bisa digunakan langsung sebagai pemanis.

Cara pemanfaatannya adalah dengan dikeringkan. Proses pengeringan daun stevia tidak memerlukan panas yang sangat tinggi, bahkan dianjurkan jangan sampai berubah warna menjadi kecoklatan karena dapat mengurangi kadar stevioside didalamnya.

Sebelum proses pengeringan, kebersihan daun harus tetap diperhatikan. Jangan mengolah stevia jika belum dibersihkan terlebih dahulu karena bisa jadi terpapar pestisida, bahan kimia atau zat zat lain yang berbahaya bagi kesehatan.

Daun Stevia Yang Siap Dihaluskan
Daun Stevia Yang Siap Dihaluskan

Adapun cara pengeringan yang tepat adalah sebagai berikut :

  • Petik beberapa helai daun stevia secukupnya (jangan mengambil daun stevia yang terkontaminasi dengan bahan berbahaya)
  • Cuci daun stevia di bawah air mengalir sampai benar benar bersih
  • Keringkan daun stevia, bisa menggunakan handuk bersih, tissue, atau cukup di tiriskan
  • Letakkan daun stevia dibawah terik matahari langsung ± selama 12 jam atau 2 – 3 harian proses pengeringan (jangan lebih dari 12 jam)
  • Biarkan stevia mengering tetapi tetap berwarna hijau, renyah, dan hancur saat disentuh. Usahakan jangan sampai berubah warna menjadi cokelat
  • Setelah mengering, hancurkan daun stevia kering dengan cara di giling dengan penghalus kopi, ditumbuk dengan sendok, atau berbagai metode penghalusan yang lain
  • Simpan bubuk stevia yang benar benar halus dalam botol kaca tertutup ditempat yang sejuk dan kering dan serbuk siap dikonsumsi sebagai pemanis alami

Manfaat daun stevia untuk kesehatan dapat Anda raih dengan menaburkan bubuk stevia dalam berbagai makanan maupun minuman, diantaranya :

  • Sebagai pemanis kopi atau teh
  • Sebagai pemanis minuman atau jus
  • Sebagai pemanis dalam sereal
  • Sebagai topping smoothie
  • Sebagai pemanis yogurt murni, dll
Kembali ke »Daftar Isi«

Dosis Dalam Mengkonsumsi Stevia

Dosis atau takaran seseorang dalam mengkonsumsi stevia ini berbeda beda, tergantung berbagai faktor seperti usia, kondisi kesehatan dan faktor lainnya. Untuk saat ini belum ada informasi ilmiah yang menentukan kisaran dosis yang tepat.

Tetapi, secara umumnya, stevia aman untuk dikonsumsi dan tidak menimbulkan efek samping selama tidak berlebihan. Oleh karena itu, pastikan untuk mengikuti petunjuk atau arahan dokter, ahli gizi, herbalis atau ahli kesehatan lainnya agar mendapatkan dosis tepat yang sesuai dengan konsidi tubuh Anda.

Kembali ke »Daftar Isi«

– – – – – – – – – – – – – – – –

Kesimpulan

  • Terlepas dari berbagai simpang siur tentang keamanan stevia, intinya tanaman ini aman dikonsumsi sebagai pemanis alami pengganti gula maupun sebagai suplemen kesehatan dengan catatan dikonsumsi secukupnya.
  • Mengkonsumsi stevia secara berlebihan dapat menyebabkan beberapa efek samping yang tentunya dapat mengganggu kelancaran aktivitas Anda.
  • Jika Anda ingin mendapatkan manfaat daun stevia untuk kesehatan, tetapi tidak ingin repot membuatnya, kami memiliki salah satu Produk Herbal Made In Indonesia dengan Legalitas BPOM RI dan HALAL MUI yang mengandung ekstrak stevia, yaitu Qnc Jelly Gamat. Silahkan baca ulasan selengkapnya »Disini«

Itulah informasi yang dapat kami sajikan tentang Manfaat Daun Stevia Untuk Kesehatan. Semoga pemaparannya mudah dipahami sehingga bisa bermanfaat untuk Anda maupun orang orang disekitar Anda.

Sumber ini berasal dari data yang terdapat dalam Google, diantaranya :

  • Wikipedia, Stevia (Agustus, 2017)
  • Web MD, Dosing Stevia
  • Dinas Perkebunan Provinsi Jawa Barat, Mengenal Stevia (September 2014)
  • Ace Fitness, The Truth About Stevia Being a Healthy Alternative (September 2011)
  • Alodokter, Stevia Si Manis Rendah Kalori Pengganti Gula
  • Medical News Today, What is Stevia? (Januari 2018)
  • Health Line, Everything You Need to Know About Stevia
  • Live Science, What is Stevia (April 2018)

TERIMAKASIH, SEMOGA BERMANFAAT dan SALAM SEHAT!

Manfaat Daun Stevia Untuk Kesehatan

posted by : qncjellygamatindonesia.web.id

Leave A Comment

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *